kata kunci : sejarah virus, pengertian virus, ukuran virus, struktur virus, dan susunan tubuh virus, klasifikasi virus, reproduksi virus, pengembangbiakan virus, dan penyakit yang disebabkan oleh virus.
VIRUS
Manusia rentan dengan penyakit.
Penyebabnya bisa beragam, salah satu yang sering di jumpai adalah virus, yakni mikroba yang
bersifat parasit dengan ukuran mikroskopik dan
cenderung bekerja dengan cara menginfeksi inangnya. Virus dapat bertindak sebagai agen penyakit dan agen pewaris sifat. Sebagai agen
penyakit,virus memasuki sel dan
menyebabkan perubahan - perubahan yang membahayakan bagi sel, yang
akhirnya dapat merusak atau bahkan
menyebabkan kematian pada sel yang diinfekinya. Sebagai agen pewaris sifat, virus memasuki sel dan tinggal
di dalam sel tersebut secara permanen.
Perubahan yangdiakibatkannya tidak membahayakan bagi sel atau bahkan
bersifat menguntungkan. Dalam
beberapa kasus, virus dapat bertindak sebagai agen penyakit atau sebagai agen
pewaris sifat tergantung dari sel - sel inangnya dan kondisi lingkungan.
A. Sejarah virus
Virus merupakan suatu partikel yang
masih diperdebatkan statusnya apakah ia termasuk makhluk hidup atau benda mati.
Virus dianggap benda mati karena ia dapat dikristalkan, sedangkan virus
dikatakan benda hidup, karena virus dapat memperbanyak diri (replikasi) dalam
tubuh inang. Para ahli biologi terus mengungkap hakikat virus ini sehingga
akhirnya partikel tersebut dikelompokkan sebagai makhluk hidup dalam dunia
tersendiri yaitu virus.Virus merupakan organisme non-seluler, karena ia tidak
memilki kelengkapan seperti sitoplasma, organel sel, dan tidak bisa membelah
diri sendiri. Penyelidikan tentang objek-objek berukuran sangat kecil di mulai
sejak ditemukannya mikroskop oleh Antony Van Leeuwenhoek (1632-1723)
perkembangan mikroskop ini mendorong berbagai penemuan dibidang biologi salah
satunya partikel mikroskopik yaitu virus.
Beberapa
tokoh dalam penemuan virus pertama yaitu:
➧Adoft Mayer (1883, Jerman)
Percobaan
diawali dari munculnya penyakit bintik kuning pada daun tembakau. Ia mencoba
menyemprotkan getah tanaman sakit ke tanaman sehat, hasilnya tanaman daun
tembakau tetap tertular.
➧Dmitri Ivanovski (1892, Rusia)
Ia mencoba
menyaring getah tanaman yang sakit dengan filter bakteri sebelum disemprotkan
ke tanaman sehat. Hasilnya, tanaman sehat tetap tertular Ia menyimpulkan bahwa
ada partikel yang lebih kecil lagi dari bakteri yang lolos saringan yang
menularkan penyakit.
➧Martinus W. Beijerinck (1896,
Belanda)
Ia menemukan
bahwa partikel itu dapat bereproduksi pada tanaman, tapi tidak pada medium
pertumbuhan bakteri. Ia menyimpulkan bahwa partikel itu hanya dapat hidup
pada makhluk hidup yang diserangnya.
➧Wendel M. Stanley (1935, Amerika)
Ia berhasil
mengkristalkan partikel tersebut. Partikel mikroskopis itu lalu dinamai TMV (Tobacco
Mosaic Virus).
B. Pengertian Virus
Virus berasal dari bahasa yunani “Venom” yang berarti racun. Virus adalah
parasit mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Secara umum virus
merupakan partikel tersusun atas elemen genetik (genom) yang mengandung salah
satu asam nukleat yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) atau asam ribonukleat
(RNA) yang dapat berada dalam dua kondisi yang berbeda, yaitu secara
intraseluler dalam tubuh inang dan ekstrseluler diluar tubuh inang. Virus
memiliki sifat hidup dan mati. Sifat hidup (seluler) yaitu memiliki asam
nukleat namun tidak keduanya (hanya DNA atau RNA), dapat bereproduksi dengan
replikasi dan hanya dapat dilakukan didalam sel inang (parasi obligat
intraseluler). Sifat mati (aseluler) yaitu dapat di kristalkan dan dicairkan.
Struktur berbeda dengan sel dan tidak melakukan metabolisme sel. Partikel
virus secara keseluruhan ketika berada di luar inang yang terdiri dari asam
nukleat yang dikelilingi oleh protein dikenal dengan nama virion. Virion tidak
melakukan aktivitas
biosinteis dan reproduksi. Pada saat virion memasuki sel inang, baru kemudian
akan terjadi proses reproduksi. Virus ketika memasuki sel inang akan mengambil
alih aktivitas inang untuk menghasilkan komponen-komponen pembentuk virus.
C. Ukuran, Struktur, dan Susunan Tubuh
Virus
1. Ukuran
Virus
Ukuran
virus lebih kecil dibandingkan dengan sel bakteri. Ukurannya berkisar dari 0,02mikrometer
sampai 0,3 mikrometer (1 μm = 1/1000 mm).
Unit pengukuran virus biasanya dinyatakan dalam nanometer (nm). 1 nm adalah 1/1000 mikrometer dan seperjuta
milimeter. Virus cacar merupakan
salah satu virus yang ukurannya terbesar yaitu berdiameter 200 nm, dan virus
polio merupakan virus terkecil yang
hanya berukuran 28 nm
2.
Struktur Virus
Partikel
virus bervariasi dari segi ukuran, bentuk maupun komposisi kimiawinya. Bentuk -
bentuk virus yang sudah diketahui ada yang serupa bola, berbentuk kotak,
berbentuk batang, dan ada yang seperti hurut T. Struktur utama virus adalah
asam nukleat yang dapat berupa RNA (Ribonucleicacid) atau DNA (Deoxyribonucleic
acid) dan tak pernah keduanya. Asam nukleat ini dikelilingi oleh subunit
protein yang disebut kapsomer. Susunan kapsomer- kapsomer tersebut membentuk mantel dinamakan kapsid. Kapid dan
asam nukleat Virus dinamakan nukleokapsid. Beberapa virus memiliki struktur
yang lebih kompleks seperti adanya pembungkus khusus berupa membran. Membran
yang menyusun virus ini merupakan membran lipid bilayer dan protein, biasanya
glikoprotein . Beberapa virus memiliki struktur yang lebih kompleks lagi. Virus
yang strukturnya paling rumit adalah virus bakteriofage. Misalnya bakteriofage
T4 yang menyerang bakteri Escherichia coli, memiliki ekor yang merupakan
struktur kompleks. Ekor T4 disusun oleh lebihd dari 20 macam protein dan kepalanya disusun oleh beberapa
protein lain.
3.
Susunan Tubuh Virus
1.
Kabsid
Kapsid
adalah lapisan pembungkus tubuh virus yang tersusun atas protein. Kapsid
terdiri dari sejumlah kapsomer yang terikar satu sama lain.
Fungsi
:
a.
Memberi bentuk virus
b.
Pelindung dari kondisi lingkungan yang merugikan
c.
Mempermudah penempelan pada proses penembusan ke dalam sel
2.
Isi
Terdapat
di sebelah dalam kapsid berupa materi genetik/ molekul pembawa sifat keturunan
yaitu DNA atau RNA. Virus hanya memiliki satu asam nukleat saja yaitu satu DNA/
satu RNA saja, tidak kedua-duanya. Asam nukleat sering bergabung dengan protein
disebut nukleoprotein. Virus tanaman/ hewan berisi RNA/ DNA, virus fage berisi
DNA.
3.
Kepala
Kepala
virus berisi DNA, RNA dan diselubungi oleh kapsid. Kapsid tersusun oleh satu
unit protein yang disebut kapsomer.
4.
Ekor
Serabut
ekor adalah bagian yang berupa jarum dan berfungsi untuk menempelkan tubuh
virus pada sel inang. Ekor ini melekat pada kepala kapsid. Struktur virus ada 2
macam yaitu virus telanjang dan virus terselubung (bila terdapat selubung luar
(envelope) yang terdiri dari protein dan lipid) Ekor virus terdiri atas tabung
bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Khusus untuk virus yang
menginfeksi sel eukariotik tidak memiliki ekor.
D.
Klasifikasi
Virus
Para
ahli virus mengelompokkan virus berdasarkan aspek-aspek tertentu, yaitu:
1. Berdasarkan
jenis inang yang diinfeksi, seperti
a) virus
tanaman contoh: Tobacco mozaic virus (TMV) sejenis virus yang menyerang daun
tembakau, Potato Yellow dwarf virus (virus kentang kuning)
b) vurus
hewan, contoh : Rhabdovirus yang menyebabkan rabies pada anjing, NCD ( New
Castle Disease ) yang menyebabkan penyakit tetelo pada unggas
c) virus
manusia, seperti, polio, influenza, hepatitis, AIDS, SARS dan flu burung.
d) virus
bakteri: bakteriofage T4
2. Berdasarkan
jenis asam nukleat yang dikandung oleh virus:
a) virus
RNA, contoh: virus influenza, virus HIV, corona virus (virus SARS), virus H5N1
(penyebab flu burung) dsb.
b) Virus
DNA, seperti poxvirus, herpesvirus, adenovirus dsb
E.
Reproduksi
Virus
Virus dapat memperbanyak diri bila
partikel virus menginfeksi inang untuk mensintesa semua komponen yan g
diperlukan dan membentuk lebih banyak partikel virus. Komponen-komponen
tersebut kemudian dirakit menjadi bentuk struktur virus dan partikel virus yang
baru dibentuk itu harus keluar dari sel inang untuk dapat menginfeksi kembali
sel-sel lain. Berdsarkan tahap akhir setelah asam partikel virus berada dalam
sel inang akan terjadi dua kemungkinan ada yang mengalami siklus litik (sel
inang pecah dan partikel virus keluar) dan ada yang permanen tetap dalam DNA
sel inang berupa siklus lisogenik. Tahapan reproduksi virus secara umum
dilakukan dalam tujuh langkah, yaitu:
1)
Adsorpsi (penempelan) dari partikel virus (virion) pada sel inang yang sesuai.
2)
Penetrasi (injeksi) dari virion atau asam nukelat virus ke dalam sel inang.
3)
Tahap awal replikasi (Eklipse) dari asam nukleat virus, dalam peristiwa ini
mesin bioseintesa sel inang diambil alih untuk memulai sintesa asam nukleat
virus, enzim-enzim spesifik virus mulai dihasilkan
dalam tahap ini.
4)
Replikasi dari asam nukleat virus
5)
Sintesa dari protein sub unit dari mantel virus
6)
Perakitan dari asam nukleat dan protein sub unit (dan komponen membran pada
virus bermembran) kedalam partikel virus.
7)
Pelapasan partikel virus yang matang dari sel (lisis)
F.
Pengembangbiakan Virus
Virus
memanfaatkan metabolisme sel penjamu untuk membantu sintesis protein virus dan
virion baru; jenis sel yang dapat diinfeksi oleh virus dapat sedikit dapat
banyak. Untuk tujuan diagnosti, sebagian besar virus ditumbuhkan dalam biakan
sel, baik turunan sel sekunder atau kontinu; pema kaian telur embrionik dan
hewan percobaan untuk membiakan virus hanya dilakukan untuk investigasi khusus.
Jenis biakan sel untuk mengembangbiakan virus sering berasal dari jaringan
tumor, yang dapat digunakan secara terus menerus. Replikasi virus dalam biakan
sel dapat di deteksi dengan Tahap-tahap replikasi :
1.
Peletakan/ Adsorpsi adalah tahap penempelan virus pada dinding sel inang. Virus
menempelkan sisi tempel/ reseptor site
ke dinding sel bakteri
2.
Penetrasi, sel inang yaitu enzim
dikeluarkan untuk membuka dinding sel bakteri. Molekul asam nukleat (DNA/RNA)
virus bergerak melalui pipa ekor dan masuk ke dalam sitoplasma sel melalui
dinding sel yang terbuka. Pada virus telanjang, proses penyusupan ini dengan
cara fagositosis virion (viropexis), pada virus terselubung dengan cara fusi
yang diikuti masuknya nukleokapsid ke sitoplasma.
3.
Eklipase, asam nukleat virus menggunakan
asam nukleat bakteri untuk membentuk bagian -bagian tubuh virus
4.
Pembentukan virus (bakteriofage) baru, bagian-bagian tubuh virus yang t’btk
digabungkan untuk mjd virus baru. 1 sel bakteri dihasilkan 100–300 virus baru
5. Pemecahan sel inang, pecahnya sel bakteri. Dengan terbentuknya enzim lisoenzim
yang melarutkan dinding sel bakteri sehingga pecah dan keluarlah virus-virus
baru yang mencari sel bakteri lain.
G.
Beberapa Penyakit Yang Disebabkan Oleh Virus
Berdasarkan
sumber penularannya, penyakit yang disebabkan oleh virus dapat digolongkan
kedalam empat macam, yaitu :penyakit yang ditularkan melalui udara, penyakit
yang ditularkan melalui air, penyakit yang ditularkan melalui hubungan
kelamin,dan penyakit yang ditularkan melalui hewan.
a.
Penyakit yang ditularkan melalui udara
1)
Pilek
Pilek merupakan penyakit yang umum diderita oleh
anak-anak maupun orang dewasa. Gejala yangdiderita meliputi kelelahan, dan
banyaknya lendir yang keluar dari hidung. Penyakit ini disebabkan oleh
Rhinovirus (virus RNA rantai tunggal). Dari hasil penelitian diketahui bahwa
terdapat 100 macam rhinovirus dengan serotipe yang berbeda. Virus-virus lain
seperti adenovirus dan orthomyxovirus juga penyebab dari 10% penyakit pilek.
2)
Influenza
Influenza
disebabkan oleh Orthomyxovirus (virus RNA). Virus ini ditularkan dari orang ke
orang melalui udara, terutama dari cipratan pada saat batuk atau bersin. Virus
ini kemudian menginfeksi membran mukosa saluran pernafasan atas dan
kadang-kadang masuk ke dalam paru-paru. Gejala yang diderita biasanya demam
ringan dari 3-7 hari, dingin, lesu, pegal linu dan sakit kepala. Gejala yang
lebih berat biasanya bukan disebabkan oleh virus influenza, namun infeksi
sekunder yang disebabkan oleh bakteri yang masuk kedalam penderita ketika
kekuatan tubuhnya mulai melemah akibat influenza yang dideritanya.
3)
Campak
Campak
merupakan penyakit yang biasanya menyerang anak-anak. Penyakit ini ditandai
dengan gejala-gejala pilek, mata merah, batuk dan panas. Penyebab campak adalah
paramxovirus yang masuk melalui hidung dan tenggorokan dari udara dan secara
cepat menyebar ke seluruh tubuh. Masa inkubasi penyakit campak adalah 7–10
hari. Komplikasi dari campak yang sering terjadi adalah infeksi telinga,
pneumonia dan campak enchephalomielitis (jarang terjadi). Namun apabila
enchepalomielitis terjadi maka dapat menyebabkan gangguan pada sistem syaraf
salah satu bentuk dari epilepsi. Campak enchepalomielitis merupakan penyakit
yang sangat berbahaya pada anak-anak dan menjadi salah satu penyebab kematian
anak.
4)
Gondongan
Gondongan
disebabkan oleh paramyxovirus dengan tipe yang berbeda dari para myxovirus
penyebab penyakit campak. Penyakit ini diedarkan melalui cipratan yang
ditularkan melalui udara yang kemudian mengalir dalam aliran darah. Penyakit
gondogan ditandai dengan membengkaknya kelenjar ludah yang menyebabkan
pembekakan pada rahang dan leher. Virus yang menyebar melalui aliran darah ini
dapat memasuki organ lain seperti otak, testes dan pankreas.
4)
SARS (Severe acute respiratory syndrome)
SARS
merupakan penyakit yang ditularkan melalui udara akibat cipratan dahak atau
bersin orangyang mengidap penyakit
tersebut. Penyakit ini menyerang saluran pernafasan,, terutama bagian
paru-paru. Awalnya belum diketahui apa penyebab serangan dadakan infeksi
paru-paru ini, sehingga terkesan sebagai penyakit misterius, yang tidak jelas
identitas penyebabnya. Para ahli mikrobiologi menemukan virus penyebabnya
penyakit tersebut dengan mengisolasi virus dari dahak pasien ternyata virus
keluarga paramyxoviridae yaitu corona virus. Virus ini berkerabat dengan
penyebab campak, gondongan dan influenza.
5)
Flu Burung
Flu
burung merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus H5N1 (H= Hemaglutinin, N =
Neuramidase). Virus ini biasanya menyerang hewan unggas yang kemudian dapat
menginfeksi manusia. Gejala-gejalanya mirip dengan influenza disertai muncul
gejala sesak pernafasan.
b.
Penyakit yang ditularkan melalui hubungan kelamin
1)
Herpes
Herpes
simpleks virus dapat menyebabkan luka di sekitar mulut dan juga dapat
menyebabkan infeksi saluran kelamin. Penyakit ini disebabkan oleh virus Herpes.
Penularan virus ini adalah melalui kontak langsung dengan luka yang disebabkan
karena virus tersebut. Infeksi yang disebabkan oleh Herpes virus juga berkaitan
dengan daerah kelamin. Pada laki-laki luka yang terjadi adalah timbulnya bercak
yang sakit pada wilayah penis, sedangkan pada perempuan pada wilayah servix,
vulva atau vagina. Penularan virus herpes tipe 2 adalah melalui kontak seksual.
2)
AIDS (Acquired Immuno-Deficiency Syndrome)
Penyakit
ini dikenali pertama kali pada tahun 1981. Sejak saat itu penyakit AIDS banyak
mendapat perhatian dunia. Pengobatan untuk penyakit ini sampai saat ini masih
dalam tahap penelitian. AIDS disebabkan oleh virus HIV (human immunodeficiency
virus) yang merupakan kelompok retrovirus. Virus ini memiliki enzim reverse
transkriptase yang menggunakan RNA sebagai cetakan yang kemudian diubah menjadi
DNA. Dengan demikian virus ini dapat berintegrasi dengan DNA inang. Jenis sel
inang yang diserang oleh HIV adalah sel T limposit, sehingga fungsi normal T
limposit sebagai sistem imun menjadi terganggu. Akibat terserang system imun
maka akan menimbulkan infeksi yang kompleks yang mengakibatkan kematian pada
penderita.
c.
Penyakit yang ditularkan melalui hewan (zoonoses)
1)
Rabies
Rabies
disebabkan oleh virus dari kelompok rhabdovirus (Virus RNA). Virus ini dapat
ditularkan pada manusia melalui gigitan hewan peliharaan yang menderita rabies
seperti misalnya kucing, anjing dan monyet. Virus rabies menyerang sistem
syaraf pusat hewan berdarah panas dan pada umumnya mengakibatkan kematian
apabila tidak diobati.
2)
demam berdarah
Penyakit
ini ditularkan melalui gigitan serangga, yaitu sejenis nyamuk Aedes aegepty.
Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue. Gejala penyakit ini biasanya timbul
demam tinggi dan terdapat bercak-bercak merah pada permukaan kulit penderita.
d.
Penyakit yang ditularkan melalui makanan
Hepatitis
Hepatitis disebabkan oleh Hepatitis
virus. Penyakit ini ditularkan melalui air, makanan, saliva atau susu yang
terkontaminasi feses. Hepatitis virus ini dapat menyebabkan penyakit hepatitits
A, B, C, D, dan E. Infeksi yang disebabkan oleh Hepatitis A dapat mengakibatkan
gangguan hati apabila infeksinya bersifat kronis. Hepatitis A menyebar dari
usus melalui aliran darah menuju hati dan mengakibatkan kulit dan mata berwarna
kekuning-kuningan, air senin berwarna coklat akibat produksi getah empedu yang
dihasilkan oleh hati yang terinfeksi virus ini tidak normal. Jenis makanan yang
dapat menularkan virus ini adalah kerang yang diambil dari perairan yang
tercemari feses. Namun hanya kerang mentah yang dapat menimbulkan masalah,
karena virus ini akan mati dengan pemanasan.
Hepatitis B disebabkan oleh virus
hepatitis yang ditularkan melalui darah yang terinfeksi. Hepatitis B dapat juga
ditularkan dari ibu ke anak pada saat dalam kandungan atau melalui hubungan
seksual. Hepatitis B dapat mengakibatkan gangguan hati yang lebih akut
dibanding hepatitis A, dan dapat menyebabkan kematian. Hepatitis A jarang
menjadi penyebab kematian. Infeksi oleh Hepatitis B juga dapat mengakibatkan
mudahnya terserang kanker hati. Jenis hepatitis yang lain juga telah dikenali
sebagai hepatitis C. Seperti halnya hepatitis B, hepatitis C ditularkan melalui
darah dan hubungan seksual.