kata kunci : sejarah virus, pengertian virus, ukuran virus, struktur virus, dan susunan tubuh virus, klasifikasi virus, reproduksi virus, pengembangbiakan virus, dan penyakit yang disebabkan oleh virus.
VIRUS
Manusia rentan dengan penyakit.
Penyebabnya bisa beragam, salah satu yang sering di jumpai adalah virus, yakni mikroba yang
bersifat parasit dengan ukuran mikroskopik dan
cenderung bekerja dengan cara menginfeksi inangnya. Virus dapat bertindak sebagai agen penyakit dan agen pewaris sifat. Sebagai agen
penyakit,virus memasuki sel dan
menyebabkan perubahan - perubahan yang membahayakan bagi sel, yang
akhirnya dapat merusak atau bahkan
menyebabkan kematian pada sel yang diinfekinya. Sebagai agen pewaris sifat, virus memasuki sel dan tinggal
di dalam sel tersebut secara permanen.
Perubahan yangdiakibatkannya tidak membahayakan bagi sel atau bahkan
bersifat menguntungkan. Dalam
beberapa kasus, virus dapat bertindak sebagai agen penyakit atau sebagai agen
pewaris sifat tergantung dari sel - sel inangnya dan kondisi lingkungan.
A. Sejarah virus
Virus merupakan suatu partikel yang
masih diperdebatkan statusnya apakah ia termasuk makhluk hidup atau benda mati.
Virus dianggap benda mati karena ia dapat dikristalkan, sedangkan virus
dikatakan benda hidup, karena virus dapat memperbanyak diri (replikasi) dalam
tubuh inang. Para ahli biologi terus mengungkap hakikat virus ini sehingga
akhirnya partikel tersebut dikelompokkan sebagai makhluk hidup dalam dunia
tersendiri yaitu virus.Virus merupakan organisme non-seluler, karena ia tidak
memilki kelengkapan seperti sitoplasma, organel sel, dan tidak bisa membelah
diri sendiri. Penyelidikan tentang objek-objek berukuran sangat kecil di mulai
sejak ditemukannya mikroskop oleh Antony Van Leeuwenhoek (1632-1723)
perkembangan mikroskop ini mendorong berbagai penemuan dibidang biologi salah
satunya partikel mikroskopik yaitu virus.
Beberapa
tokoh dalam penemuan virus pertama yaitu:
➧Adoft Mayer (1883, Jerman)
Percobaan
diawali dari munculnya penyakit bintik kuning pada daun tembakau. Ia mencoba
menyemprotkan getah tanaman sakit ke tanaman sehat, hasilnya tanaman daun
tembakau tetap tertular.
➧Dmitri Ivanovski (1892, Rusia)
Ia mencoba
menyaring getah tanaman yang sakit dengan filter bakteri sebelum disemprotkan
ke tanaman sehat. Hasilnya, tanaman sehat tetap tertular Ia menyimpulkan bahwa
ada partikel yang lebih kecil lagi dari bakteri yang lolos saringan yang
menularkan penyakit.
➧Martinus W. Beijerinck (1896,
Belanda)
Ia menemukan
bahwa partikel itu dapat bereproduksi pada tanaman, tapi tidak pada medium
pertumbuhan bakteri. Ia menyimpulkan bahwa partikel itu hanya dapat hidup
pada makhluk hidup yang diserangnya.
➧Wendel M. Stanley (1935, Amerika)
Ia berhasil
mengkristalkan partikel tersebut. Partikel mikroskopis itu lalu dinamai TMV (Tobacco
Mosaic Virus).
B. Pengertian Virus
Virus berasal dari bahasa yunani “Venom” yang berarti racun. Virus adalah
parasit mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Secara umum virus
merupakan partikel tersusun atas elemen genetik (genom) yang mengandung salah
satu asam nukleat yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) atau asam ribonukleat
(RNA) yang dapat berada dalam dua kondisi yang berbeda, yaitu secara
intraseluler dalam tubuh inang dan ekstrseluler diluar tubuh inang. Virus
memiliki sifat hidup dan mati. Sifat hidup (seluler) yaitu memiliki asam
nukleat namun tidak keduanya (hanya DNA atau RNA), dapat bereproduksi dengan
replikasi dan hanya dapat dilakukan didalam sel inang (parasi obligat
intraseluler). Sifat mati (aseluler) yaitu dapat di kristalkan dan dicairkan.
Struktur berbeda dengan sel dan tidak melakukan metabolisme sel. Partikel
virus secara keseluruhan ketika berada di luar inang yang terdiri dari asam
nukleat yang dikelilingi oleh protein dikenal dengan nama virion. Virion tidak
melakukan aktivitas
biosinteis dan reproduksi. Pada saat virion memasuki sel inang, baru kemudian
akan terjadi proses reproduksi. Virus ketika memasuki sel inang akan mengambil
alih aktivitas inang untuk menghasilkan komponen-komponen pembentuk virus.
C. Ukuran, Struktur, dan Susunan Tubuh
Virus
1. Ukuran
Virus
Ukuran
virus lebih kecil dibandingkan dengan sel bakteri. Ukurannya berkisar dari 0,02mikrometer
sampai 0,3 mikrometer (1 μm = 1/1000 mm).
Unit pengukuran virus biasanya dinyatakan dalam nanometer (nm). 1 nm adalah 1/1000 mikrometer dan seperjuta
milimeter. Virus cacar merupakan
salah satu virus yang ukurannya terbesar yaitu berdiameter 200 nm, dan virus
polio merupakan virus terkecil yang
hanya berukuran 28 nm
2.
Struktur Virus
Partikel
virus bervariasi dari segi ukuran, bentuk maupun komposisi kimiawinya. Bentuk -
bentuk virus yang sudah diketahui ada yang serupa bola, berbentuk kotak,
berbentuk batang, dan ada yang seperti hurut T. Struktur utama virus adalah
asam nukleat yang dapat berupa RNA (Ribonucleicacid) atau DNA (Deoxyribonucleic
acid) dan tak pernah keduanya. Asam nukleat ini dikelilingi oleh subunit
protein yang disebut kapsomer. Susunan kapsomer- kapsomer tersebut membentuk mantel dinamakan kapsid. Kapid dan
asam nukleat Virus dinamakan nukleokapsid. Beberapa virus memiliki struktur
yang lebih kompleks seperti adanya pembungkus khusus berupa membran. Membran
yang menyusun virus ini merupakan membran lipid bilayer dan protein, biasanya
glikoprotein . Beberapa virus memiliki struktur yang lebih kompleks lagi. Virus
yang strukturnya paling rumit adalah virus bakteriofage. Misalnya bakteriofage
T4 yang menyerang bakteri Escherichia coli, memiliki ekor yang merupakan
struktur kompleks. Ekor T4 disusun oleh lebihd dari 20 macam protein dan kepalanya disusun oleh beberapa
protein lain.
3.
Susunan Tubuh Virus
1.
Kabsid
Kapsid
adalah lapisan pembungkus tubuh virus yang tersusun atas protein. Kapsid
terdiri dari sejumlah kapsomer yang terikar satu sama lain.
Fungsi
:
a.
Memberi bentuk virus
b.
Pelindung dari kondisi lingkungan yang merugikan
c.
Mempermudah penempelan pada proses penembusan ke dalam sel
2.
Isi
Terdapat
di sebelah dalam kapsid berupa materi genetik/ molekul pembawa sifat keturunan
yaitu DNA atau RNA. Virus hanya memiliki satu asam nukleat saja yaitu satu DNA/
satu RNA saja, tidak kedua-duanya. Asam nukleat sering bergabung dengan protein
disebut nukleoprotein. Virus tanaman/ hewan berisi RNA/ DNA, virus fage berisi
DNA.
3.
Kepala
Kepala
virus berisi DNA, RNA dan diselubungi oleh kapsid. Kapsid tersusun oleh satu
unit protein yang disebut kapsomer.
4.
Ekor
Serabut
ekor adalah bagian yang berupa jarum dan berfungsi untuk menempelkan tubuh
virus pada sel inang. Ekor ini melekat pada kepala kapsid. Struktur virus ada 2
macam yaitu virus telanjang dan virus terselubung (bila terdapat selubung luar
(envelope) yang terdiri dari protein dan lipid) Ekor virus terdiri atas tabung
bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut. Khusus untuk virus yang
menginfeksi sel eukariotik tidak memiliki ekor.
D.
Klasifikasi
Virus
Para
ahli virus mengelompokkan virus berdasarkan aspek-aspek tertentu, yaitu:
1. Berdasarkan
jenis inang yang diinfeksi, seperti
a) virus
tanaman contoh: Tobacco mozaic virus (TMV) sejenis virus yang menyerang daun
tembakau, Potato Yellow dwarf virus (virus kentang kuning)
b) vurus
hewan, contoh : Rhabdovirus yang menyebabkan rabies pada anjing, NCD ( New
Castle Disease ) yang menyebabkan penyakit tetelo pada unggas
c) virus
manusia, seperti, polio, influenza, hepatitis, AIDS, SARS dan flu burung.
d) virus
bakteri: bakteriofage T4
2. Berdasarkan
jenis asam nukleat yang dikandung oleh virus:
a) virus
RNA, contoh: virus influenza, virus HIV, corona virus (virus SARS), virus H5N1
(penyebab flu burung) dsb.
b) Virus
DNA, seperti poxvirus, herpesvirus, adenovirus dsb
E.
Reproduksi
Virus
Virus dapat memperbanyak diri bila
partikel virus menginfeksi inang untuk mensintesa semua komponen yan g
diperlukan dan membentuk lebih banyak partikel virus. Komponen-komponen
tersebut kemudian dirakit menjadi bentuk struktur virus dan partikel virus yang
baru dibentuk itu harus keluar dari sel inang untuk dapat menginfeksi kembali
sel-sel lain. Berdsarkan tahap akhir setelah asam partikel virus berada dalam
sel inang akan terjadi dua kemungkinan ada yang mengalami siklus litik (sel
inang pecah dan partikel virus keluar) dan ada yang permanen tetap dalam DNA
sel inang berupa siklus lisogenik. Tahapan reproduksi virus secara umum
dilakukan dalam tujuh langkah, yaitu:
1)
Adsorpsi (penempelan) dari partikel virus (virion) pada sel inang yang sesuai.
2)
Penetrasi (injeksi) dari virion atau asam nukelat virus ke dalam sel inang.
3)
Tahap awal replikasi (Eklipse) dari asam nukleat virus, dalam peristiwa ini
mesin bioseintesa sel inang diambil alih untuk memulai sintesa asam nukleat
virus, enzim-enzim spesifik virus mulai dihasilkan
dalam tahap ini.
4)
Replikasi dari asam nukleat virus
5)
Sintesa dari protein sub unit dari mantel virus
6)
Perakitan dari asam nukleat dan protein sub unit (dan komponen membran pada
virus bermembran) kedalam partikel virus.
7)
Pelapasan partikel virus yang matang dari sel (lisis)
F.
Pengembangbiakan Virus
Virus
memanfaatkan metabolisme sel penjamu untuk membantu sintesis protein virus dan
virion baru; jenis sel yang dapat diinfeksi oleh virus dapat sedikit dapat
banyak. Untuk tujuan diagnosti, sebagian besar virus ditumbuhkan dalam biakan
sel, baik turunan sel sekunder atau kontinu; pema kaian telur embrionik dan
hewan percobaan untuk membiakan virus hanya dilakukan untuk investigasi khusus.
Jenis biakan sel untuk mengembangbiakan virus sering berasal dari jaringan
tumor, yang dapat digunakan secara terus menerus. Replikasi virus dalam biakan
sel dapat di deteksi dengan Tahap-tahap replikasi :
1.
Peletakan/ Adsorpsi adalah tahap penempelan virus pada dinding sel inang. Virus
menempelkan sisi tempel/ reseptor site
ke dinding sel bakteri
2.
Penetrasi, sel inang yaitu enzim
dikeluarkan untuk membuka dinding sel bakteri. Molekul asam nukleat (DNA/RNA)
virus bergerak melalui pipa ekor dan masuk ke dalam sitoplasma sel melalui
dinding sel yang terbuka. Pada virus telanjang, proses penyusupan ini dengan
cara fagositosis virion (viropexis), pada virus terselubung dengan cara fusi
yang diikuti masuknya nukleokapsid ke sitoplasma.
3.
Eklipase, asam nukleat virus menggunakan
asam nukleat bakteri untuk membentuk bagian -bagian tubuh virus
4.
Pembentukan virus (bakteriofage) baru, bagian-bagian tubuh virus yang t’btk
digabungkan untuk mjd virus baru. 1 sel bakteri dihasilkan 100–300 virus baru
5. Pemecahan sel inang, pecahnya sel bakteri. Dengan terbentuknya enzim lisoenzim
yang melarutkan dinding sel bakteri sehingga pecah dan keluarlah virus-virus
baru yang mencari sel bakteri lain.
G.
Beberapa Penyakit Yang Disebabkan Oleh Virus
Berdasarkan
sumber penularannya, penyakit yang disebabkan oleh virus dapat digolongkan
kedalam empat macam, yaitu :penyakit yang ditularkan melalui udara, penyakit
yang ditularkan melalui air, penyakit yang ditularkan melalui hubungan
kelamin,dan penyakit yang ditularkan melalui hewan.
a.
Penyakit yang ditularkan melalui udara
1)
Pilek
Pilek merupakan penyakit yang umum diderita oleh
anak-anak maupun orang dewasa. Gejala yangdiderita meliputi kelelahan, dan
banyaknya lendir yang keluar dari hidung. Penyakit ini disebabkan oleh
Rhinovirus (virus RNA rantai tunggal). Dari hasil penelitian diketahui bahwa
terdapat 100 macam rhinovirus dengan serotipe yang berbeda. Virus-virus lain
seperti adenovirus dan orthomyxovirus juga penyebab dari 10% penyakit pilek.
2)
Influenza
Influenza
disebabkan oleh Orthomyxovirus (virus RNA). Virus ini ditularkan dari orang ke
orang melalui udara, terutama dari cipratan pada saat batuk atau bersin. Virus
ini kemudian menginfeksi membran mukosa saluran pernafasan atas dan
kadang-kadang masuk ke dalam paru-paru. Gejala yang diderita biasanya demam
ringan dari 3-7 hari, dingin, lesu, pegal linu dan sakit kepala. Gejala yang
lebih berat biasanya bukan disebabkan oleh virus influenza, namun infeksi
sekunder yang disebabkan oleh bakteri yang masuk kedalam penderita ketika
kekuatan tubuhnya mulai melemah akibat influenza yang dideritanya.
3)
Campak
Campak
merupakan penyakit yang biasanya menyerang anak-anak. Penyakit ini ditandai
dengan gejala-gejala pilek, mata merah, batuk dan panas. Penyebab campak adalah
paramxovirus yang masuk melalui hidung dan tenggorokan dari udara dan secara
cepat menyebar ke seluruh tubuh. Masa inkubasi penyakit campak adalah 7–10
hari. Komplikasi dari campak yang sering terjadi adalah infeksi telinga,
pneumonia dan campak enchephalomielitis (jarang terjadi). Namun apabila
enchepalomielitis terjadi maka dapat menyebabkan gangguan pada sistem syaraf
salah satu bentuk dari epilepsi. Campak enchepalomielitis merupakan penyakit
yang sangat berbahaya pada anak-anak dan menjadi salah satu penyebab kematian
anak.
4)
Gondongan
Gondongan
disebabkan oleh paramyxovirus dengan tipe yang berbeda dari para myxovirus
penyebab penyakit campak. Penyakit ini diedarkan melalui cipratan yang
ditularkan melalui udara yang kemudian mengalir dalam aliran darah. Penyakit
gondogan ditandai dengan membengkaknya kelenjar ludah yang menyebabkan
pembekakan pada rahang dan leher. Virus yang menyebar melalui aliran darah ini
dapat memasuki organ lain seperti otak, testes dan pankreas.
4)
SARS (Severe acute respiratory syndrome)
SARS
merupakan penyakit yang ditularkan melalui udara akibat cipratan dahak atau
bersin orangyang mengidap penyakit
tersebut. Penyakit ini menyerang saluran pernafasan,, terutama bagian
paru-paru. Awalnya belum diketahui apa penyebab serangan dadakan infeksi
paru-paru ini, sehingga terkesan sebagai penyakit misterius, yang tidak jelas
identitas penyebabnya. Para ahli mikrobiologi menemukan virus penyebabnya
penyakit tersebut dengan mengisolasi virus dari dahak pasien ternyata virus
keluarga paramyxoviridae yaitu corona virus. Virus ini berkerabat dengan
penyebab campak, gondongan dan influenza.
5)
Flu Burung
Flu
burung merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus H5N1 (H= Hemaglutinin, N =
Neuramidase). Virus ini biasanya menyerang hewan unggas yang kemudian dapat
menginfeksi manusia. Gejala-gejalanya mirip dengan influenza disertai muncul
gejala sesak pernafasan.
b.
Penyakit yang ditularkan melalui hubungan kelamin
1)
Herpes
Herpes
simpleks virus dapat menyebabkan luka di sekitar mulut dan juga dapat
menyebabkan infeksi saluran kelamin. Penyakit ini disebabkan oleh virus Herpes.
Penularan virus ini adalah melalui kontak langsung dengan luka yang disebabkan
karena virus tersebut. Infeksi yang disebabkan oleh Herpes virus juga berkaitan
dengan daerah kelamin. Pada laki-laki luka yang terjadi adalah timbulnya bercak
yang sakit pada wilayah penis, sedangkan pada perempuan pada wilayah servix,
vulva atau vagina. Penularan virus herpes tipe 2 adalah melalui kontak seksual.
2)
AIDS (Acquired Immuno-Deficiency Syndrome)
Penyakit
ini dikenali pertama kali pada tahun 1981. Sejak saat itu penyakit AIDS banyak
mendapat perhatian dunia. Pengobatan untuk penyakit ini sampai saat ini masih
dalam tahap penelitian. AIDS disebabkan oleh virus HIV (human immunodeficiency
virus) yang merupakan kelompok retrovirus. Virus ini memiliki enzim reverse
transkriptase yang menggunakan RNA sebagai cetakan yang kemudian diubah menjadi
DNA. Dengan demikian virus ini dapat berintegrasi dengan DNA inang. Jenis sel
inang yang diserang oleh HIV adalah sel T limposit, sehingga fungsi normal T
limposit sebagai sistem imun menjadi terganggu. Akibat terserang system imun
maka akan menimbulkan infeksi yang kompleks yang mengakibatkan kematian pada
penderita.
c.
Penyakit yang ditularkan melalui hewan (zoonoses)
1)
Rabies
Rabies
disebabkan oleh virus dari kelompok rhabdovirus (Virus RNA). Virus ini dapat
ditularkan pada manusia melalui gigitan hewan peliharaan yang menderita rabies
seperti misalnya kucing, anjing dan monyet. Virus rabies menyerang sistem
syaraf pusat hewan berdarah panas dan pada umumnya mengakibatkan kematian
apabila tidak diobati.
2)
demam berdarah
Penyakit
ini ditularkan melalui gigitan serangga, yaitu sejenis nyamuk Aedes aegepty.
Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue. Gejala penyakit ini biasanya timbul
demam tinggi dan terdapat bercak-bercak merah pada permukaan kulit penderita.
d.
Penyakit yang ditularkan melalui makanan
Hepatitis
Hepatitis disebabkan oleh Hepatitis
virus. Penyakit ini ditularkan melalui air, makanan, saliva atau susu yang
terkontaminasi feses. Hepatitis virus ini dapat menyebabkan penyakit hepatitits
A, B, C, D, dan E. Infeksi yang disebabkan oleh Hepatitis A dapat mengakibatkan
gangguan hati apabila infeksinya bersifat kronis. Hepatitis A menyebar dari
usus melalui aliran darah menuju hati dan mengakibatkan kulit dan mata berwarna
kekuning-kuningan, air senin berwarna coklat akibat produksi getah empedu yang
dihasilkan oleh hati yang terinfeksi virus ini tidak normal. Jenis makanan yang
dapat menularkan virus ini adalah kerang yang diambil dari perairan yang
tercemari feses. Namun hanya kerang mentah yang dapat menimbulkan masalah,
karena virus ini akan mati dengan pemanasan.
Hepatitis B disebabkan oleh virus
hepatitis yang ditularkan melalui darah yang terinfeksi. Hepatitis B dapat juga
ditularkan dari ibu ke anak pada saat dalam kandungan atau melalui hubungan
seksual. Hepatitis B dapat mengakibatkan gangguan hati yang lebih akut
dibanding hepatitis A, dan dapat menyebabkan kematian. Hepatitis A jarang
menjadi penyebab kematian. Infeksi oleh Hepatitis B juga dapat mengakibatkan
mudahnya terserang kanker hati. Jenis hepatitis yang lain juga telah dikenali
sebagai hepatitis C. Seperti halnya hepatitis B, hepatitis C ditularkan melalui
darah dan hubungan seksual.
Mantapp, materinya
BalasHapusTerimakasih yuli.
HapusBagus materi nya sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapusterimakasih
terimakasih kembali mora.. semoga membantu
HapusMateri nya menarik,berhubungan materi saya juga virus saya ingin menanya kan bagaimana cara mengidentifikasi virus yang menguntungkan dan merugikan? Terima kasih
BalasHapusoke terimakasih atas pertanyaannya, langsung saja saya jawab ya..
HapusCara yang paling popular untuk identifikasi virus pada masa ini adalah dengan menggunakan uji immunologi serologi, antara lain dengan melihat respon abtibodi (IgM dan IgG). Juga pemeriksaan adanya peningkatan titer dengan Tes ikatan Komplemen (Complement Fixation Test = CFT), Tes Aglutinasi, Tes Penghambatan Hemaglutinasi (HI), Tes Presipitasi, Tes Netralisasi, Fluorescence Antibody Tes (FAT), Enzyme Linked Immuno Sorbent Assay (ELISA), Radio Immuno Assay (RIA), Counter Immuno Elektroforesis (CIE), immunoflourecent / Immunohistokimia Enzim.
sekian semoga bermanfaat.
Materi yang sangat menarik ...
BalasHapusMantap banget
terimakasih maria, semoga bermanfaat..
HapusTerimakasi materinya sangat bermanfaat, untuk menambah pengetahuan
BalasHapusterimakasih iqbal, semoga sukses..
HapusBermanfaat👍
BalasHapusterimakasih yanti, semoga sukses..
HapusBagus materi ny nov, semoga bermanfaat
BalasHapusterimakasih endang, semoga sukses..
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusBagus sekali menarik materi nya, disini saya ingin bertanya tentang parasi obligat intraseluler itu yg bagaimana tolong jelaskan ????
BalasHapusTerimakasih
ok, terimakasih atas pertanyaannya.
Hapuslangsung saja saya jawab ya..
parasit obligat intraseluler itu merupakan mokroorganisme parasit yang tidak dapat bereproduksi diluar sel inang, memaksa inang untuk membantu reproduksi parasit.
parasit obligat intraseluler pada manusia termasuk virus. beberapa pada bakteri, meliputi : Chlamydia, Rickettsia, Coxiella. beberapa pada protozoa meliputi : Plasmodium.
terimakasih semoga membantu.
Sudah bagus, susunan materinya. Menarik dan menambah pengetahuan. Bisa di jadikan bahan referensi juga.
BalasHapusterimakasih Fitrah, semoga bisa membantu..
HapusWowww mantap nov...
BalasHapusBagus,menarik dan penjelasan nya jelas,sangat bermanfaat😊
terimakasih dewi, semoga membantu..
HapusSangat bermanfaat
BalasHapusterimakasih meri, semoga membantu..
HapusBiasa kan ketika menulis seperti itu jangan dilupakan sumbernya. �� okee ���� selebihnya oke lanjutkan....
BalasHapusoke, terimakasih atas sarannya. motivasi untuk saya kedepannya..
HapusPenjelasan yang bagus dan menarik sangat menambah pengetahuan mengenai virus
BalasHapusTerimakasih roni. Semoga membantu
HapusPemaparan materinya bagus , cuman saran aja lebih baik jika ada daftar isi, dan yg lebih penting haris ada daftar pustaka.😊. Lanjutkan ya . Udh bagus kok .
BalasHapusoke, terimakasih atas sarannya. sangat membantu dalam penulisan berikutn ya.
HapusMaterinya bagus dan menarik
BalasHapusterimakasih endang. semoga bermanfaat
HapusWah.. keren nih materinya dan cukup lengkap juga. Sukses selalu yaa novi. Terima kasih 😊
BalasHapusterimakasih jen, semoga bermanfaat
HapusPenjelasannya cukup rinci dan efektif
BalasHapusterimakasih reza, semoga bermanfaat.
HapusMateri nya terperinci dan sangat menambah wawasan...
BalasHapusterimakasih, semoga bermanfaat
HapusBagus nov materi, cukup lengkap semoga bermanfaat bagi sya, terima kasih
BalasHapusterimakasih sev, semoga sukses
HapusSaya ingin bertanya tentang Penyakit yang ditularkan melalui udara.
BalasHapusKalau di daerah saya khususnya kampung halam. Disana biasanya kalau sudah memasuki musim bunga (rama bunga) itu biasanya sering kali terkena wabah pilek, batuk dan demam (berangat) apakah itu termasuk virus juga ya?
Hallo benk maill. Terimakasih atas pertanyaanya. Baik lngsung saya jawab.
HapusBiasanya pergantian musim atau sering di sebut pancaroba sangat rentan terhadap serangan penyakit yang di sebabkan oleh virus. Seperti contohnya flu. Penurunan suhu meskipun hanya sedikit dapat membuat virus penyebab flu berkembang biak lebih cepat. Selain itu, udara dingin juga memicu perubahan pada sistem imun. Molekul yang berfungsi untuk mendeteksi virus di dalam sel dan memberi perintah pada sel untuk melawan virus menjadi kurang sensitif pada saat suhu dingin. Udara dingin juga dapat menghambat kerja protein khusus dalam tubuh yang berfungsi untuk mematikan gen yang berasal dari virus, menghambat penyebaran virus dan membunuh sel yang sudah terinfeksi virus.
Saat virus flu sudah masuk ke dalam sel di daerah nasal fossa (daerah sambungan dari lubang hidung yang terletak di tengah wajah), udara dingin yang Anda hirup dapat memicu virus-virus tersebut untuk berkembang biak dan menyebabkan sistem imun tidak bekerja secara maksimal.
Artikel ini sangat bermanfaat terutama saya yang bukan mahasiswa biologi, bisa nambah ilmu, thankyou :)
BalasHapusUrwelcome lilis.. Semoga sukses. .
HapusSalom mbak novi,,
BalasHapussaya ingin menanyakan; 1)apakah penyakit kulit yang menular bisa dikatakan virus? . 2)apakah Virus sama bakteri itu sama dan seperti apa penularannya?
syalom bg semawi, baiklah terimakasih atas pertanyaannya. langsun g saja saya jawab pertanyaan yang pertama yaitu : apakah penyakit kulit yang menular bisa dikatakan virus ? jawabannya adalah bisa. contohnya pada penyakit cacar atau varicella yang disebabkan oleh virus varicella zoster virus yang dapat ditularkan melalui cairan tubuh seperti contohnya air liur (bersin).
Hapuspertanyaan kedua yaitu : apakah virus dan bakteri itu sama dan seperti apa penularannya ? ada banyak orang yang mengganggap virus dan bakteri itu sama, meski memiliki beberapa persamaan virus dan bakteri sangatlah berbeda. supaya tidak bingung disini saya akan menyelaskan pengertian kedua mikroba tersebut.
apa itu virus ? Virus adalah bentuk kehidupan renik dengan ukuran 10 hingga 100 kali lebih kecil dari bakteri. Virus terdiri dari inti berupa materi genetik (RNA atau DNA) yang dikelilingi lapisan pelindung dari protein.Virus hanya dapat hidup dengan inang makhluk hidup lain, seperti manusia, hewan ataupun tumbuhan. Bila tidak berada dalam tubuh makhluk hidup, virus hampir bisa disebut benda mati. Tidak ada proses biologis apapun yang dapat terjadi padanya.virus hanya bisa hidup didalam tubuh makhluk yang hidup.Virus berkembang biak dengan menempel dan masuk ke dalam sel makhluk hidup kemudian membajak sel tersebut, membuatnya membantu virus menggandakan diri. Umumnya, sel yang telah dikuasai akan pecah dan mati ataupun berubah menjadi sel ganas atau kanker.
Hampir semua virus menyebabkan penyakit. Sel pada membran mukosa, seperti di saluran pernapasan, rentan terkena serangan virus karena tidak tertutup kulit pelindung. Salah satu contoh umum kondisi ini adalah pilek.
apa itu bakteri ? Bakteri adalah mikroorganisme uniseluler dengan membran tipis dan elastis yang cukup kompleks. Organisme yang tercatat ada sejak 3,5 milyar tahun yang lalu ini mampu hidup dalam beragam lingkungan, mulai dari suhu panas dan dingin ekstrim, limbah radioaktif, hingga tubuh manusia.
Berbeda dengan virus, bakteri dapat menggandakan dirinya sendiri secara aseksual dan sebagian besar jenis organisme ini tidak berbahaya.Beberapa jenis bakteri bahkan memiliki peran penting untuk manusia seperti membantu mencerna makanan, menghancurkan mikroba penyebab penyakit, menyeimbangkan pH, menyediakan nutrisi penting, hingga melawan kanker.
bagaimana penularannya ? virus dan bakteri sama-sama dapat ditularkan lewatpercikan air tubuh seperti: bersin,darah,saliva (air liur), dan semen (air mani) yang terkontaminasi.
demikian jawaban dari saya, terimakasih.
Materinya bagus sukses trus ya
BalasHapusterimakasih desi
HapusKeren materinya, cukup lengkap
BalasHapusterimakasih kristin
Hapusmaterinya menarik, sukses terus
BalasHapusterimakasih ernis
HapusMaterinya bagus dan menarik.sukses selalu
BalasHapusterimakasih lilis
HapusManarik ni..
BalasHapusKalau boleh tau...apa si fungsi virus untuk mahluk hidup
hallo, terimakasih sudah bertanya. baiklah langsung saja saya jawab. selain menimbulkan penyakit virus juga memiliki beberapa manfaat bagi manusia yang pertama :
Hapus1. dalam bidang kesehatan
Melalui pembuatan vaksin. Seperti vaksin polio, campak, cacar, kanker, dan lain-lain. Kandungan yang terdapat di dalam manfaat vaksin adalah virus yang sudah mati ataupun dilemahkan yang akan mengakibatkan demam bagi orang yang disuntik vaksin. Kemudian, sistem imun akan merekamnya dan membentuk anti bodi dalam tubuh. Sehingga, apabila penyakit-penyakit tersebut datang menyerang maka sistem imun tubuh mencegah penyakit tersebut masuk.
Viroterapi. Beberapa virus telah dihasilkan untuk melakukan pengendalian terhadap beberapa sel kanker yang akan dibunuh dengan menggunakan cell-killing effects virus secara langsung, dibandingkan menggunakan pada sistem imun.
Virus-directed enzyme prodrug therapy (VDEPT), merupakan sebuah terapi virus juga, dimana sel yang menjadi target dimasukkan enzim yang dapat mengaktifkan dan menonaktifkan prekusor maupun cytoxic yang tersusun secara sistematis.
Membuat antitoksin. Antitoksin ini terbentuk melalui penggabungan DNA virus dan gen yang bersifat menguntungkan. Kemudian, DNA virus menghubungkan DNA manusia dengan DNA bakteri. Sehingga, sel bakteri mengandung gen manusia yang dapat menghasilkan antitoksin.
Bahan pembuatan insulin. Virus penyebab kanker dicangkokkan dengan gen-gen penghasil insulin ke bakteri. Sehingga, bakteri tersebut dapat berkembangbiak dan memproduksi insulin.
Terapi gen. mengubah gen penyebab infeksi menjadi gen penyembuh.
Memproduksi interveron. Termasuk sejenis senyawa yang mampu mencegah replikasi virus di dalam sel induk.
Bacteriophages. Ditemukan sebelum adanya manfaat antibiotik dan digunakan untuk mengontrol penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Pada tahun 1919, Bacteriophages telah berhasil menyembuhkan penyakit tifus pada ayam dan disentri yang dialami oleh lima orang manusia. Pada tahun 1921, bacteriophages digunakan untuk melawan virus Staphylococcus yang menyerang kulit. Sistem kerjanya adalah menempel pada bakteri pathogen tersebut dan menginfeksinya hingga bakteri tersebut mati.
2. bidang pertanian
Pengendalian hama serangga. Baculoviruses, yaitu sekelompok virus yang cukup besar yang menginfeksi serangga dan artropoda lainnya. Baculoviruse ditanamkan pada gen tanaman pertanian. Kemudian larva serangga memakan tumbuhan tersebut. Mereka kemudian menginfeksi sel dan tumbuh di dalam tubuh larva tersebut. Dari sel tersebut virus dapat menyebar di dalam tumbuh larva dan lama kelaman merusak jaringan tubuh larva tersebut.
Pengendalian hama kelinci. Kelinci eropa hadir di Australia pada tahun 1835 merupakan salah satu hama pertanian karena membuat beberapa kerusakan pada lahan. Untuk membasminya, penggunaan agen seperti kucing, justru menambah kerusakan yang ada. Maka, ditemukanlah myxoma virus yang penyebarannya melalui nyamuk. Penyakit yang disebarkan berupa penyakit kulit pada kelinci. Pada tahun 1957, sekitar 25% kelinci mati akibat penyakit myxomatosis yang disebabkan oleh virus ini.
Integrated Pest Management. Penerapan IPM ini mengandalkan agen-agen biologis. Sehingga, mengurangi penggunaan pestisida yang dapat mengakibatkan lingkungan tercemar.
manfaat virus lainnya antara lain :
Untuk pengembangan ilmu. Virus telah digunakan secara luas pada studi molekuler dan seluler yang dapat digunakan untuk memanipulasi dan mengetahui fungsi-fungsi dari sel. Selain itu, dapat digunakan sebagai penelitian genetik, seperti replikasi DNA, transkipsi, formasi RNA, formasi protein, DNA dasar dari ketahanan tubuh.
Manfaat pada bidang industri. Kemampuan virus sebagai antibakterial. Dapat dimanfaatkan pada industri yang tidak tahan lama, seperti makanan ataupun minuman. Sehingga, bakteri-bakteri penyebab penyakit ataupun kerusakan mati.
sekian jawaban dari saya, semoga bermanfaat. terimakasih
materinya sangat menarik
BalasHapusterimakasih possy
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusSangat membantu. Trimakasih kak novi
BalasHapusTerimakasih kembali, semoga bermanfaat
HapusPemaparan sudah jelas dan mudah untuk dipahami
BalasHapusTerimakasih ugas, semoga bermanfaat
HapusSudah membantu,terimakasih mbak
BalasHapusTerimakasih mas, semoga bermanfaat
HapusMudah memahami semoga bermanfaat untuk pelajaran yang lain .
BalasHapusTerimakasih yosy, smoga sukses
HapusBagus dek, sangat jelas dan mudah di pahami, semoga bermanfaat ya dek,
BalasHapusTerimakasih kak. Aminn
Hapus. Smoga sukses kak..